Selasa, 09 September 2008

HIKMAH SHOLAT WAJIB
1. Sholat adalah suatu ibadat yang terdiri dari perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan tertentu yang dimulai dengan takbiratul ihram dan disudahi dengan salam, disertai dengan syarat-syarat yang sudah ditentukan.
2. Dan dirikanlah olehmu sholat, karena sesungguhnya sholat itu dapat mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Q.S Al-Ankabut 45.
3. Dirikanlah sholat, sesungguhnya sholat itu adalah fardlu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. Q.S An Nisa’ 103.
4. Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sholat maka basuhlah mukamu, basuhlah tanganmu sampai dengan siku, sapulah kepalamu dan basuhlah kakimu sampai kedua mata kaki. QS Al Maidah 6.
5. Apabila kamu hendak mengerjakan sholat, maka sempurnakanlah wudlumu dan menghadap kiblat. H.R Muslim.
6. Sholat adalah perbuatan yang mula-mula dihisab bagi seorang hamba. Apabila sholatnya baik maka baiklah semua perbuatannya, dan apabila shalatnya jelek maka jeleklah semua perbuatannya.
7. Sholat adalah tiangnya agama. Barang siapa yang mengerjakannya berarti menegakkan agama, dan barang siapa yang meninggalkanya berarti dia meruntuhkan agama.
8. Barang siapa yang meninggalkan sholat wajib maka sungguh dia adalah kafir.
9. Sholatnya seorang laki-laki berjama’ah lebih baik daripada di rumahnya sendirian selama 40 tahun.
10. Barang siapa yang memelihara sholat 5 waktu, maka sholat itu akan menjadi cahaya, petunjuk dan penyelamat baginya pada hari kiamat. Dan barang siapa yang tidak memelihara sholat, maka sholat itu tidak menjadi cahaya, petunjuk, dan penyelamat baginya pada hari kiamat. Dan pada hari kiamat dia dikumpulkan bersama Qorun, Haman dan Ubay bin Kholaf.
11. Barang siapa melakukan sholat 5 waktu dengan berjema’ah, maka baginya 5 macam hadiah:
I. Dia tidak ditimpa kefakiran di dunia.
II. Allah membebaskan dia dari siksa kubur.
III. Dia akan menerima kitab catatan amal dengan tangan kanannya.
IV. Dia akan melewati jembatan shiratol mustaqim laksana halilintar yang menyambar.
V. Allah memasukkan di surga tanpa hisab dan siksa.
Barang siapa yang mengabaikan sholat wajib, maka dia akan menerima 15 macam siksaan (6 siksaan dunia, 3 siksaan ketika mati, 3 siksaan dalam kubur dan 3 siksaan ketika keluar dari kubur).
6 siksaan di dunia:
I. Berkah umurnya dicabut.
II. Tanda-tanda orang sholeh di wajahnya sudah tidak ada.
III. Setiap amal yang dilakukan tidak akan diberi pahala oleh Allah.
IV. Bila berdoa tidak akan diangkat ke langit, sehingga tidak dikabulkan.
V. Tidak mendapat doa dari orang-orang sholeh.
VI. Dibenci oleh orang banyak.

3 siksaan ketika sakaratil maut (mati):
I. Mati dalam keadaan terhina.
II. Mati dalam keadaan lapar.
III. Mati dalam keadaan haus.
3 siksaan di dalam kubur:
I. Kuburannya dipersempit/dihimpit bumi.
II. Ruang kuburnya terisi api.
III. Di dalam kubur akan bertemu ular Syuja’ Al Aqra’.
3 siksaan ketika keluar dari kubur:
I. Dihisab dengan ketat.
II. Dibenci Allah.
III. Masuk neraka.

NABI MUSA DITEGUR MALAIKAT JIBRIL
Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan salam. Terdengarlah ucapan dari dalam “Silahkan masuk”. Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata, “Wahai Nabi Allah, tolonglah saya. Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya.”
“Apakah dosamu wahai wanita ayu?” Tanya nabi Musa terkejut. “ Saya takut mengatakannya,” jawab wanita cantik. “Katakanlah jangan ragu-ragu!” desak Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak.
Perempuan itu meneruskan, “Dari perzinahan itu, sayapun lantas hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya cekik lehernya sampai tewas,” ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya.
Nabi Musa berapi-api matanya. Dengan muka berang, ia menghardik,”Perempuan bejat, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!” teriak Nabi Musa sambil memalingkan muka karena merasa jijik.
Perempuan berwajah cantik dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk keluar dari rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan.
Wanita itu tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu, mau dibawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya.
Ia tak tahu bahwa speninggalannya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, “Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertaubat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar dari padanya?”
Nabi Musa terperanjat. “ Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita penzina dan pembunuh itu?” maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril. “Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada perempuan yang nista itu?”
“Ada!” jawab Jibril dengan tegas.
“Dosa apakah itu?” Tanya Musa penasaran. “Orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar daripada seribu kali berzina.”
Mendengar penjelasan ini, Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk, memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.
Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja dengan berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah tuhan. Bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memrintah hamba-Nya.
Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh, berarti masih mempunyai iman di dadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti menerima kedatangannya.
Dalam hadits Nabi Muhammad SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan shalat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur’an, membunuh 70 Nabi, dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka’bah.
Dalam hadits yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan shalat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqada’nya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah 80 tahun. 1 tahun adalah 365 hari, sedangkan 1 hari di akherat perbandingnnya adalah 1000 tahun di dunia.
Demikian kisah Nabi Musa, wanita penzina dan dua hadits Nabi. Mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban shalat dengan istiqamah. Tolong sebarkan kepada saudara-saudara kita yang belum mengetahui. Subhanakallahumma wabihamdika asyhaduallaa iilaaha illa anta, astaghfiruka aw atubu ilaiik.

Ditulis kembali oleh : KH. ABD. RAHEM USYMUNI
Ponpes TARATE SELATAN Tarate Pandian Semunep.

MIG33


ada yang baru nih!!! Aplikasi berbasis JAVA.TM. Yup!Java adalah aplikasi yang sangat kompatible. alias buanyak hp-hp yang berbasis Java beredar di masyarakat. ada aplikasi bwat chatting. pasti udah kenal semua....tak lain adalah MIG33.Unduh aja filenya di http://migg33.com. abis gitu install aplikasinya di hp-mu. jangan lupa, registrasi dulu.dengan ngisiin user name dan password yang kamu inginkan.

Kelebihan aplikasi ini:

  • Murah meriah(disarankan pakai Im3) rata2 Rp350/jam
  • aplikasinya kompatible(banyak yang pakek)
  • gak ribet

dan pastinya kamu bisa ngechat sepuas-puasnya di sini ama orang-orang se antero dunia ini. cobain deh...dijamin pasti kamu ketagihan!!!!

Senin, 08 September 2008

Enzim Katalase

Bab I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Setiap organisme memerlukan makanan untuk tetap dapat menjaga kelangsungan hidupnya. Aktivitas makan dilakukan semua makhluk hidup tidak memandang usia,spesies, dan jenis kelamin. Makanan yang dikonsumsi selanjutnya akan dicerna oleh tubuh melalui beragam proses. Hasil dari proses tersebut selanjutnya akan berguna untuk pertumbuhan maupun aktivitas makhluk hidup.
Namun dari proses pencernaan makanan di dalam tubuh tentunya tidak hanya menghasilkan zat/senyawa yang diperlukan tubuh, tetapi juga dihasilkan zat-zat yang bersifat racun (toksin) bagi tubuh. Misalnya senyawa hydrogen peroksida (H2O2) yang berbahaya bagi tubuh. Namun berkat kekuasaan Allah SWT, tubuh manusia telah dilengkapi dengan organ hati (hepar) yang memiliki jutaan peroksisom. Organel sel ini menghasilkan enzim katalase yang mampu menguraikan H2O2 menjadi senyawa yang tidak berbahaya. Bagaimanakah cara kerja dari enzim katalase ini? Apa saja yang mempengaruhi kerjanya? Akan terjawab dalam praktikum ini.
1.2 Tujuan
mengetahui dan memahami cara kerja enzim katalase terhadap hydrogen peroksida. Serta hal apa saja yang mempengaruhi kerjanya.

1.3 Hipotesa
Karena enzim katalase terbentuk atas senyawa protein, maka enzim ini juga memiliki ciri-ciri yang sama dengan protein. Kerja enzim akan sangat dipengaruhi oleh suhu dan derajat keasaman lingkungannya.


Bab II Bahan & Metode

2.1 Alat dan Bahan :
1. Tabung reaksi 4 buah 6. H2O2 10%
2. Rak tabung reaksi 1 buah 7. HCl 5 %
3. Pipet 3 buah 8. NaOH 5%
4. Pembakar spiritus 9. Air suling/aquades
5. Ekstrak hati 10. Lidi,korek api
2.2 Prosedur/Langkah kerja
1. Menyediakan 4 tabung reaksi berlabel A,B,C,D.
v Mengisi tabung A ekstrak hati maksimal 2cm + aquades.
v Mengisi tabung B ekstrak hati maksimal 2cm + 5 tetes HCl 5% kemudian mengocoknya.
v Mengisi tabung C ekstrak hati maksimal 2cm + 5 tetes NaOH 5% kemudian mengocoknya.
v Mengisi tabung D ekstrak hati maksimal 2cm kemudian memanaskan pada air mendidih.
2. Menambahkan 5 tetes H2O2 10% pada tabung A dan menutup mulut tabung A dengan ibu jari. Mengamati yang terjadi pada campuran. Melepaskan ibu jari penutup itu dan memasukkan lidi yang membara ke dalam tabung.
3. Menambahkan 5 tetes H2O2 10%. Mengamati yang terjadi pada campuran. Menguji dengan lidi yang membara ke dalam tabung.
4. Menambahkan 5 tetes H2O2 ke dalam tabung C. Mengamati yang terjadi pada campuran. Menguji dengan lidi yang membara ke dalam tabung.
5. Menambahkan 5 tetes H2O2 10% ke dalam tabung D. Mengamati yang terjadi pada campuran. Menguji dengan lidi yang membara ke dalam tabung.
2.3 Rancangan Percobaan
Enzim katalase (ekstrak hati) ditempatkan pada derajat pH dan suhu yang berbeda ketika proses penguraian H2O2 berlangsung. Hati ayam dibuat ekstrak karena bila dihancurkan (dibuat ekstrak) maka makin luas penapang dari hati tersebut dan reaksinya jadi lebih cepat. bila tidak dihancurkan maka reksi akan lambat karena kurangnya penyerapan oleh dinding hati sehingga reaksi akan sulit untuk diamati.

Bab III Hasil & Pembahasan

3.1 Data Hasil Pengamatan


Faktor suhu dan keasaman ternyata berpengaruh sangat signifikan terhadap kerja enzim katalase. Hal ini dapat dilihat pada hasil reaksi berbagai macam keadaaan/kondisi yang memberikan hasil berlainan antara kondisi satu dengan yang lainnya.
3.2 Pembahasan
Reaksi di atas dapat dituliskan
H2O2 ====> H2O + 1/2 O2

Senyawa H2O2 yang ada dalam tubuh sangat berbahaya. Maka enzim katalase menguraikan H2O2 menjadi H2O dan gas O2 yang tidak berbahaya bagi tubuh.
Ada tidaknya gelembung merupakan indikator adanya air dalam wujud uap. Sedangkan menyala atau tidaknya bara merupakan indikator adanya gas oksigen dalam tabung tersebut. Enzim katalase yang dihasilkan peroksisom pada hati akan mengalami denaturasi (kerusakan) pada suhu yang tinggi ataupun pada suasana asam dan basa. Enzim katalase bekerja secara optimal pada suhu kamar (±30 0C) dan suasana netral.
Hal ini dapat dilihat pada suasana asam, basa, dan suhu tinggi, laju reaksi menjadi sangat lambat. Bahkan terhenti sama sekali. Indikasinya adalah sedikitnya gelembung yang dihasilkan dan bara api tidak menyala. Sedangkan pada suhu normal dan pH netral, reaksi berjalan dengan lancar.

3.3 Pertanyaan Diskusi
1. Mengapa H2O2 dipakai sebagai bahan percobaan untuk mengamati kerja enzim katalase?
Jawab : Karena enzim katalase dapat menguraikan H2O2 menjadi H2O dan O2 sehingga kita dapat mengamati kerja enzim itu sendiri. Dengan persamaan reaksi
H2O2 katalase H2O + 1212'> O2

2. Mengapa reaksi berkurang jika ekstrak hati + H2O2 dimasukkan HCl (asam) dan NaOH (basa)?
Jawab : karena suasana asam dan basa dapat menghambat laju reaksi. Enzim katalase dalam hati mengalami denaturasi (kerusakan).
3. Hasil proses apakah H2O2 yang terdapat ditubuh?
Jawab : proses metabolism yang menghasilkan H2O2 dalam tubuh. Seperti hasil proses pencernaan makanan dalam lambung.
4. Berilah kesimpulan dari hasil percobaanmu!
Jawab : kerja enzim katalase dipengaruhi oleh derajat keasaman/pH dan suhu. Jika suhu terlalu rendah ( <>40 0C), enzim ini akan mengalami denaturasi sehingga tidak dapat dipakai kembali.

pH optimum untuk enzim ini adalah pH netral ( 6,5 - 7,5 ), sedangkan pada lingkungan yang ber-pH Asam atau Basa, enzim ini akan mengalami denaturasi. Dengan demikian reaksi pemecahan Hidrogen peroksida oleh enzim katalase tidak dapat berlangsung di lingkungan asam maupun basa .








Bab IV Penutup

4.1 Kesimpulan
Enzim katalase dari mamalia seperti manusia, ataupun sapi, ayam ataupun mikroba moderat (jamur) misalnya, hanya dapat berfungsi di antara suhu 37-40 derajat celcius. Jika suhu terlalu rendah ( <>40 0C), enzim ini akan mengalami denaturasi sehingga tidak dapat dipakai kembali.

pH optimum untuk enzim ini adalah pH netral ( 6,5 - 7,5 ), sedangkan pada lingkungan yang ber-pH Asam atau Basa, enzim ini akan mengalami denaturasi. Dengan demikian reaksi pemecahan Hidrogen peroksida oleh enzim katalase tidak dapat berlangsung di lingkungan asam maupun basa .

4.2 Saran
Setelah melaksanakan praktikum, kami menyarankan:
1. Hati ayam dibuat ekstrak untuk mempercepat laju reaksi sehingga mudah diamati.
2. Berhati-hati dalam mencampur larutan, karena enzim katalase akan rusak apabila tercampur dengan sedikit saja larutan HCl atau NaOH.
3. Masukkan bara api pada lidi ke dalam tabung reaksi. Bukan nyala api yang dimasukkan.

DAFTAR PUSTAKA
Sudjadi, Bagod dan Laila. 2006. Biologi Sains Dalam Kehidupan 3A. Surabaya: Yudhistira.
Syamsuri, Istamar dkk.2004. Biologi Untuk SMA Kelas XII. Malang: Erlangga.